Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke museum kereta Ambarawa. Agendanya adalah untuk mengajak keluarga istri yang datang ke sini untuk liburan.

Alhamdulillah semuanya lancar. Kami datang, pesan tiket untuk paket masuk dan naik kereta wisata. Lalu naik di jadwal yang ditentukan.

Sayangnya... experience yang saya dapatkan jujur saja kurang menyenangkan. Utamanya untuk kereta wisatanya, yang menjadi daya tarik utama.

Saya paham kalau kereta wisata ini tidak dimaksudkan untuk dibandingkan dengan experience ketika naik kereta biasa, tapi jujur saja experiencenya kurang.

Pertama, keretanya berjalan tidak mulus.

Sebenarnya, wajar saja jika sebuah kereta berjalan dengan geronjalan-geronjalan sepanjang perjalanannya. Tapi, di sini geronjalannya terlalu terasa.

Kedua, jalannya sangat lambat.

Iya, ini memang kereta wisata sehingga jalannya lambat. Tapi, kombinasi gerak lambat dan jalan yang geronjal ini rasanya benar-benar tidak nyaman.

Ketiga, pemandangan yang tidak merata.

Salah satu daya tarik dari kereta wisata ini adalah pemandangan yang ditawarkan sepanjang perjalanannya. Sayangnya, pemandangan ini tersedia secara tidak merata.

Kebanyakan pemandangan bagus tersedia di sisi kanan kereta. Sementara sisi kiri, meskipun juga ada porsi bagusnya, tapi kurang. Lebih banyak justru pemandangan rumah-rumah warga.

Masalahnya lagi, ketika perjalanan pulang kereta (rute Tuntang-Ambarawa), posisi duduknya masih tetap sama. Alhasil, orang yang sebelumnya melihat pemandangan yang kurang, akan tetap melihat itu lagi. Sementara orang di sisi seberang, akan kembali menikmati pemandangan yang lebih indah.

Dan sialnya, saya ada di sisi kiri yang tidak beruntung itu.

Keempat, dan yang paling utama, harganya sangat overpriced.

Harga masuk museum Rp 20.000, dan harga naik kereta wisata Rp 105.000.

Harga masuk museum, masih sangata affordable dan worth it.

Tapi untuk harga Rp 105.000, experience dari naik kereta selama 1 jam ini sangat kurang dari beberapa masalah yang saya sampaikan tadi.

Rute perjalanannya adalah Ambarawa-Tuntang, Berhenti ~30 menit di Tuntang, lalu kembali ke rute Tuntang-Ambarawa.

Di stasiun Tuntang (yang sekarang sudah tidak beroperasi), terdapat beberapa jajanan tradisional yang bisa dibeli oleh pengunjung.

Ini menawarkan experience yang bagus sebenarnya.

Tapi...

Harganya cenderung mahal dan pengunjung harus bayar sendiri lagi :(

Maksudnya, dengan harga tiket Rp 105.000, mungkin harusnya ada paket snack yang sudah otomatis diterima oleh pengunjung sih...

Baru jika mau menambah beli lagi, bisa langsung beli lagi sendiri.

Masak Rp 105.000 hanya dapat pengalaman naik kereta seperti ini saja. Sementara harga yang sama untuk kereta sungguhan sudah bisa sampai ke Pekalongan dari Semarang.

Rasanya pun, setelah naik kereta wisata ini, justru saya capek dan pusing.

Jadinya setelah pulang ke rumah, saya langsung tidur siang dan baru bangun habis Isya haha.

Begitulah kira-kira pengalaman saya.