Dua hari lalu, ada masalah krisis air di rumah. Pompa air tiba-tiba bermasalah, yang mengakibatkan sumber air di toren utama yang berada di atas rumah tidak terisi.
Akibat hal ini, semua keran di rumah tidak menyala. Dan saya pun harus menimba air secara manual dari keran luar (PDAM) ke dalam kamar mandi agar bisa digunakan.
Entah kapan persisnya pompa air ini mulai bermasalah, saya tidak tahu, sepertinya memang seharian di hari itu dia tidak menyala. Padahal biasanya setiap beberapa jam dia mereog mengisi toren atas.
Ketika saya mengecek kondisi pompanya, saya pun kaget karena pompanya berada dalam kondisi yang sangat panas. Dia tidak dalam keadaan memompa, motornya pun jelas tidak berputar, tapi suhunya panas. Cepat-cepat saya mencabut pompa air ini dari colokan listrik untuk mengentikan potensi bahaya.
Seteleah suhu pompa normal, saya pun mulai menginspeksinya lebih jauh. Saya coba menyambungkannya ke listrik lagi, ternyata dia hanya menggerung. Seperti mau bergerak tapi tidak kuat. Waduh. Biasanya kalo seperti ini di komponen elektroniknya.
Setelah mencari tau di internet, salah satu potensi penyebabnya adalah karena komponen kapasitor yang rusak. Benar saja.
Lalu saya coba cek posisi kapasitor pada pompa ini, dan saya malah kaget karena housing tempat kapasitor berada justru dalam kondisi pecah.
Waduh.
Berarti harus ganti komponen ini dong.
Atau...
Atau sekalian ganti baru aja ya? Melihat bentuk dari pompa air ini, sepertinya mengganti komponen hanya akan jadi solusi sementara yang tidak bertahan lama. Karena memang pompanya sudah ringkih sekali kelihatannya. Look secara fisik saja, pompa air ini sudah terlihat sangat tua, kering kerontang, penuh dengan karat. Itu baru fisik luar, fisik bagian dalam bisa jadi lebih parah.
Jadilah akhirnya saya memutuskan untuk beli pompa air baru saja.
Saya suka utak-atik. Suka oprek program komputer, suka oprek benda-benda teknis. Meskipun, untuk urusan kerusakan-kerusakan di rumah, saya lebih sering memanggil tukang.
Tangan saya memang lihai untuk mengetik program dengan keyboard, tapi tangan saya cenderung fales ketika memegang obeng, paku, bor, dll wkwk. Padahal saya sehari-hari sering berada di lingkungan engineer, mahasiswa-mahasiswa saya pun jago ngoprek motor dan mesin-mesin, tapi tetap saja tangan saya fales wkwk. Oleh karena itu, Pak Tukang biasanya lebih bisa diandalkan.
Tapi kali ini, saya mau mencoba tantangan baru. Mumpung ada kesempatan.
Selain membeli pompa airnya, saya pun membeli beberapa komponen pendukung yang dibutuhkan, seperti soket penyambung pipa paralon, fitting vlock sock, pemotong pipa PVC, lem PVC, dan lain-lain.
Sebenernya, ini rasanya seperti main puzzle di real life.
Agar bisa menyambungkan pompa air baru ini ke sistem yang sudah ada, dengan ruangan yang sempit dan beberapa bagian sudah fixed, jadi saya harus memutar otak dan menemukan komponen pendukung yang tepat agar pompa air ini bisa terpasang. Termasuk saya harus mempertimbangkan sistem otomatis yang tersambung dengan toren di atas.
Oiya, dalam proses mencari potongan puzzle yang tepat ini juga, saya belajar komponen menarik bernama watermur (union). Komponen ini bisa digunakan untuk menyambungkan dua buah paralon dengan kondisi fleksibel. Maksudnya, biasanya ketika ada dua buah pipa paralon yang disambung dengan socket, kondisinya adalah terkunci. Pipa tidak bisa diambil lagi. Dan ketika dilakukan perubahan, maka pipa harus dipotong lagi.
Nah komponen watermur ini memungkinkan dua buah pipa disambung, tapi tetap bisa dilepas lagi jika dibutuhkan. Dan sambungannya pun tidak bocor, karena dia punya sistem karet seal yang bagus di dalamnya.
Eksekusi pun dilakukan pagi tadi sekitar jam 8:30 WIB.
Saya melepas semua sambungan yang ada di pompa air lama, dan menggantinya dengan pompa air baru. Termasuk, saya menyambung ulang colokan listrik yang dibutuhkan. Termasuk juga, menyambungkan kembali pipa paralon yang sebelumnya dipotong, dengan menggunakan watermur.
Setelah semua terpasang, percobaan menyalakan pompa akhirnya berhasil, airnya bisa keluar dengan baik. Lalu setelah itu, saya menyambungkan keluaran air tersebut ke pipa yang terhubung ke toren atas.
Dan alhamdulillah... krisis air di rumah pun sudah teratasi*
*Btw sebenernya saya tidak yakin kalau instalasi saya akan berhasil. Dan saya pun sudah siap-siap memanggil tukang untuk membetulkan instalasi saya jika gagal wkwk. Tapi alhamdulillah ternyata ini berhasil.