Kemarin ketika saya sedang berbelanja barang di toko hardware, saya tiba-tiba disapa oleh seorang ibu-ibu yang agak ragu bertanya:
"Ini Mas Fajrul ya?"
Saya tentu saja merasa aneh awalnya, karena ini terjadi secara tiba-tiba dan di tempat yang tidak biasa.
"Ini anak saya ngefans... tadi lihat tapi takut mau nyapa."
Ohhh... masih dalam kondisi bingung, saya pun mengiyakan. Dilanjut dengan ngobrol sebentar dengan anaknya yang masih usia SD, dan ditutup dengan foto bersama. Si anak terlihat senyum-senyum meskipun juga terlihat malu.
Di waktu yang lain, ketika saya menemani istri belanja di grocery store, hal serupa pun terjadi.
Kali ini seorang bapak-bapak yang bertanya.
"Maaf ini Mas Fajrul ya?"
Lagi-lagi karena posisi tempat yang tidak biasa, saya kaget, lalu mengiyakan.
"Ini anak saya suka nontonin video Mas Fajrul. Masih kelas 5 SD tapi udah ngerti dan selalu nonton."
Saya lanjut bertanya ke si anak beberapa pertanyaan, dan ditutup dengan foto bersama.
Dua kejadian tadi... meskipun sudah cukup absurd, tapi masih kalah jauh dengan kejadian yang baru saja terjadi, ketika saya menemani istri konsultasi ke dokter.
Awalnya semua biasa saja... saya pun lebih banyak diam memperhatikan sebenarnya... dan kadang sedikit berbicara membantu istri menjelaskan.
Sampai bu dokternya menyela.
"Maaf sebentar, ini itu Mas Fajrul Fx ya? Kok saya cukup familiar?"
Ehhhh.... what....
Dari mode Fajrul biasa, saya pun berubah mode ke Fajrul Fx lagi di sini.
"Ehhh?? Iya... kok bisa tau?"
"Anak saya suka banget nontonin Youtube Fajrul Fx. Jadi saya cukup familiar sama muka dan suaranya. Dia itu kelas 5 SD tapi seneng banget nonton, terus mraktekin eksperimennya... "
Saya masih kaget.
"Sama ayahnya sebenarnya dia gaboleh nonton Youtube, tapi kalo channel Fajrul Fx dibolehin. Anak saya pasti seneng banget ini. Dia sampe punya bukunya juga."
Bu dokter pun menyempatkan sejenak untuk berfoto sebelum melanjutkan topik utama tentang konsultasi istri saya.
Siapa sangka?? Ini di klinik loh wkwk...
Kalo di toko hardware dan toko grocery, masih okelah... tapi kalau di klinik, ini cukup random wkwk.
Tidak berhenti di situ...
Ketika bulan depan istri saya kembali konsultasi ke dokter yang sama... ternyata anak dari bu dokter tsb minta ikut dan jadilah saya bertemu dengan si anak tsb.
Dia pun membawa buku Membaca Semesta yang sudah dia punya dan meminta tanda tangan.
Anaknya pintar, cekatan membuka halaman buku untuk ditandatangani, juga menjelaskan sekilas tentang pembahasan yang dia suka.
Lanjut mengobrol sebentar, lalu diakhiri dengan foto bersama (setelah sesi konsultasi selesai).
Dalam hati, tentu saya sangat senang dengan suasana ini.
Tapi... makin saya memikirkan rentetan kejadian ini, saya jadi makin berpikir...
Apakah saya "berdampak"?
Maksud saya... 3 orang terakhir yang mengenali saya, mereka adalah audiens di jenjang SD. Semuda itu...
Apakah saya mungkin berdampak untuk mereka?
Entahlah, tapi orang tua mereka menjelaskan kalau anak-anak tersebut jadi tertarik dengan IPA ketika menonton video saya.
Saya sih ga yakin video-video saya bisa mengubah orang. Toh video-video tersebut sifatnya hanya sebagai entertainment dan sebagai pemantik saja.
Tapi melihat respon anak-anak tersebut... saya kok jadi terharu.
Saya jelas tidak sepintar Einstein atau Elon Musk yang punya capaian besar secara langsung. Tapi... melihat anak-anak jenjang SD mendapatkan tontonan tentang sains dan membuat mereka tertarik... sepertinya hal ini akan memberi dampak baik dan manfaat ke depannya.