Saya sering sekali merasa aneh ketika ada orang yang menulis nama saya dalam percakapan di media sosial. Alasannya, saya lebih sering melihat orang2 tersebut menulis nama saya dengan "Fajrul FX" (dengan huruf F dan X besar), bukan "Fajrul Fx" sebagaimana saya menuliskannya dalam bentuk aslinya.

Nama panggung saya adalah "Fajrul Fx". Bukan "Fajrul FX".

Mungkin beberapa orang salah mengartikannya dengan nama baptis katolik "FX" yang merupakan singkatan dari Fransiskus Xaverius. Tapi, hei, bukan itu maksudnya.

Lagipula, penggunaan nama baptis FX biasanya dituliskan di awal, bukan di akhir.

Alasan kenapa nama panggung saya "Fajrul Fx" pun sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu.

Alasan sebenarnya bermula ketika saya membuat akun TikTok di sekitar tahun 2020. Karena nama saya "Fajrul Falah" cukup pasaran, alhasil saya tidak bisa membuat akun dengan username @fajrulfalah. @fajrulf juga tidak bisa. @fajrulff masih tidak bisa.

@fajrulf1 adalah salah satu opsi yang tersedia, tapi username yang mengandung angka rasanya kurang keren.

Sampailah, saya mencoba menambahkan huruf X di akhir, yang terinspirasi dari SpaceX. Ini pun sebenarnya sudah jadi kebiasaan saya, menambahkan huruf x jika suatu nama tidak tersedia.

Ketika saya mencoba @fajrulfx... ternyata usernamenya tersedia. Dan Jadilah itu nama yang saya gunakan sampai sekarang.

Saya cukup nyaman dengan nama itu, pertama, karena nama yang ada X-nya biasanya terasa keren atau futuristik, seperti SpaceX. Kedua, "fx" nya pun bisa diartikan seperti sebuah fungsi matematika f(x).

Mengikuti username itu, nama akun saya pun saya ubah menjadi "Fajrul Fx"... yang entah bagaimana, ternyata terdengar cukup ikonik dan memberi keunikan tersendiri, dibanding saya pakai nama pasaran Fajrul Falah.

Memang sih, huruf X dalam nama "SpaceX" itu pakai huruf besar. Tapi, kalau untuk nama "Fajrul Fx", rasanya pakai huruf X kecil lebih cocok.

Jadi sekali lagi, nama panggung saya "Fajrul Fx", bukan "Fajrul FX".